Categories
Teknologi

Jenis – Jenis Tangki Penyimpanan LNG ( Storage Tank Type)

Sudah lama ga sharing tentang pelajaran, efek sudah lulus kuliah jadi rada males belajar lagi.
Jadi kali ini ane mau sharing tentang macem – macem, jenis – jenis, atau tipe – tipe dari tangki penyimpanan LNG. Tentunya penyimpanan LNG disini peruntukannya untuk skala besar (baseload) yang biasanya diaplikasikan di kilang, atau power plant.


Tujuan dari penyimpanan LNG ini sendiri terkait dengan pencairannya. Mungin bloggers sekalian udah pada tau tujuan awal gas alam dicairkan menjadi LNG?

Baca juga : Flow meter tokico 2 inch

yup! untuk mempermudah penyimpanan dan pengiriman, karena dengan dicairkan, gas alam menjadi lebih kecil volumenya sekitar 600 kalinya. Kebayang kan kalo kita semisal nyimpan LNG dengan volume tertentu di suatu tangki, maka kalo belum dicairkan kita membutuhkan 600 tangki dengan kapasitas yang sama, boros kan?


LNG Storage Tank secara umum
Untuk dasar penyimpanannya sendiri, LNG Storage Tank mempunyai spesifikasi khusus untuk menyimpan LNG, yang kita tau LNG sendiri mempunyai suhu kriogenik ekstrim sekitar -150 derajat celcius. Untuk menyimpannya maka butuh material khusus yang tahan terhadap suhu kriogenik, seperti alumunium alloy.


Untuk bagian atapnya sendiri, LNG Storage tank rata – rata memakai jenis fixed roof. Beda seperti tangki penyimpanan minyak yang rata – rata memakai floating roof (terkait dengan RVP).


Untuk safety devicenya sendiri, tentu setiap tangki penyimpanan hidrokarbon termasuk LNG butuh peralatan safety seperti PSV untuk mencegah tekanan berlebih yang dihasilkan oleh uap LNG. Penahan, atau Containment yang dibutuhkan sewaktu – waktu terjadi kebocoran pada tangki LNG, sistem perlindungan dari kebakaran seperti foam generator, water sprinkle dan lain – lain.


Nah.. mungkin blogers sekalian sekarang bertanya – tanya, terus apa pembeda dari jenis – jenis LNG Storage Tank? Yang menjadi dasar pembeda dari LNG Storage Tank adalah penahan dan penempatannya.


LNG Storage Berdasarkan Penahan
Seperti yang ane jelaskan diatas, bloggers. Secara umum, LNG Storage Tank mempunyai penahan atau bahasa kerennya containment. Nah, inilah yang menjadi pembeda diantara LNG Storage yang ada.
Ada tiga jenis LNG Storage berdasarkan containmentnya:

  • Single Containment Tank (SCT)
  • Double Containment Tank (DCT)
  • Full Containment Tank (FCT)

Single Containment Tank (SCT)

SCT merupakan jenis tangki penyimpanan LNG yang paling konvensional. SCT disusun atas material logam yang cocok untuk aplikasi kriogenik di bagian dalam dari tangkinya (biasanya logam campuran yang terdiri atas 9% nikel berdasarkan pertimbangan ekonomis) yang didesain untuk dapat menahan LNG.

Sementara di bagian luar terdiri atas logam carbon steel yang didesain untuk menampung uap gas alam sampai dengan tekanan 2.5 psig. Tekanan desain dapat ditingkatkan dengan rekayasa tambahan dari bagian atas atap tangki dengan bagian dinding tangki. Rekayasa ini dapat meningkatkan performa tangki tetapi akan menambah biaya konstruksi dari tangki.

Insulasi mengelilingi bagian dalam tangki untuk mengontrol kebocoran energy panas menuju dalam tangki. Sementara luar tangki tidak didesain untuk menampung LNG pada saat terjadi kebocoran di bagian dalam dari tangki. 
SCT merupakan tangki LNG yang digunakan sebagian besar fasilitas LNG di dunia, termasuk salah satunya adalah Badak LNG yang menggunakan tangki penyimpanan LNG jenis SCT
Nah untuk kelebihan dari SCT diantaranya adalah:

  • Secara umum, SCT adalah tipe tangki penyimpanan LNG yang membutuhkan biaya konstruksi yang paling rendah per meter kubik dari volume tangkinya.
  • Jadwal konstruksinya paling cepat, jadwal untuk perekayasaan dan konstruksi dapat dipercepat beberapa bulan dibandingkan tipe tangki penyimpanan LNG lain yang mempunyai jadwal yang standar.
  • Perizinan dan penyetujuan desain dari SCT konsisten dari waktu ke waktu karena desain yang tetap dan sederhana sehingga kecil kemungkinan adanya penundaan dari penyetujuan desain.
  • Keluaran LNG dari bagian bawah maupun samping keduanya dapat diaplikasikan asalkan sesuai dengan persyaratan.

Sementara untuk kekurangannya:

  • Pada saat terjadi kebocoran atau tumpahnya LNG dari bagian dalam tangki. Tangki bagian luar tidak dapat menampung kebocoran dan tumpahnya LNG sehingga uap akan bebas menuju lingkungan.
  • Membutuhkan tanggul eksternal untuk penahan LNG sekunder. Tanggul yang dibutuhkan biasanya besar dan didesain untuk dapat menampung dengan kapasitas 110% dari desain penahan primer. Terdapat pula zona radiasi termal dan dispersi uap yang sangat besar untuk dapat membuat zona aman dari tangki. Berdasarkan perhitungan area radiasi termal dan area uap yang mudah terbakar, jarak dari SCT menuju zona aman merupakan yang terjauh.
  • SCT mempunyai tekanan desain yang rendah daripada tipe tangki LNG lainnya. Tekanan desain yang rendah menyebabkan naiknya ukuran dan biaya untuk mengendalikan uap gas alam.
  • Memerlukan perawatan tambahan secara periodic berupa perbaikan dan pelapisan ulang dari cat bagian luar tangki untuk mencegah terjadinya korosi.
  • Tangki membutuhkan sistem tambahan untuk mengakumulasi air hujan yang tertampung pada cekungan penahan sekunder.
  • Resistansi yang buruk terhadap gangguan dari luar tangki seperti debu – debu. Konsiderasi dari pelapis tangki sangat diperhatikan.

Double Containment Tank (DCT)

Double Containment Tank (DCT)

Jenis tangki double containment tank sebenarnya adalah jenis single containment tank yang dikelilingi oleh dinding yang melekat pada tangki luar tetapi tidak pada bagian atap tangki. Dinding ini didesain untuk menahan tumpahan atau bocoran tetapi tidak menahan uap dari gas alamnya.

Seperti SCT, tangki dalam DCT terbuat dari campuran logam yang tahan terhadap aplikasi kriogenik, tangki luar dari carbon steel yang tidak didesain untuk mengatasi kebocoran.

Tambahan dari tangki luar, desain dari DCT juga termasuk dinding tangki luar yang mempunyai fungsi yang sama dengan penahan sekunder pada tangki LNG tipe SCT.

Dinding pelapis luar ini didesain seperti bangunan pendukung berbentuk silinder yang mengelilingi tangki luar dan dapat menampung kapasitas tangki itu sendiri secara penuh ditambah dengan tambahan untuk alasan keselamatan.

Di Amerika Utara, hanya satu tangki LNG jenis DCT yang pernah dibangun: tangki milik EcoElectrica dari Puerto Rico yang memiliki kapasitas 160,000 m3. Tangki LNG DCT ini telah beroprasi dari bulan Juli tahun 2000 silam.


 Beberapa kelebihan dari tipe DCT ini adalah:

  • Mempunyai biaya instalasi yang moderat. Lebih mahal dari SCT tetapi lebih murah dari FCT.
  • Persetujuan dari desain DCT dapat dilakukan di masa mendatang.
  • Mempunyai area aman yang lebih rendah daripada SCT karena fungsi penahan primer telah tergantikan dengan dinding pelapis. Area aman mirip dengan FCT tetapi untuk biayanya lebih murah dibanding dengan FCT. Area aman ini menyebabkan tangki LNG jenis FCT membutuhkan lahan yang relatif lebih sedikit dibandingkan dengan SCT
  • Resistansi terhadap gangguan dari luar tangki tinggi karena adanya dinding pelapis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *