Categories
Uncategorized

Hukum Zakat Fitrah Menggunakan Uang

Zakat termasuk ke dalam rukun Islam. Salah satu zakat, yaitu zakat fitrah mesti dibayarkan di bulan suci Ramadan, bersama batas kala paling akhir sebelum akan dimulainya salat Idulfitri.

Diriwayatkan berasal dari Ibnu Abbas, Nabi Muhammad mewajibkan zakat fitrah sebagai penyuci orang yang berpuasa berasal dari kalimat tak berfungsi dan kotor, dan juga sebagai makanan bagi orang-orang miskin.

Barangsiapa mengeluarkan (zakat itu) sebelum akan salat id maka itu adalah zakat yang diterima. Bila ia mengeluarkannya setelah salat id maka jadi sedekah biasa” (H.R. Abu Dawud).

Dari hadis di atas, dapat diambil kesimpulan ketepatan kala dalam membayar zakat fitrah itu benar-benar penting.

Jika zakat dikeluarkan sebelum akan dilaksanakannya Salat id, maka hal itu dihitung sebagai zakat fitrah. Namun, jikalau dikeluarkan setelah salat Id, maka hal itu merupakan sedekah biasa, tidak dihitung sebagai zakat fitrah.

Zakat yang dikeluarkan oleh Rasulluhoh adalah berwujud gandum. Sementara berdasarkan hasil ijtihad para ulama yang dimaksud bersama zakat fitrah adalah berwujud membayar makanan pokok.

Karena di Indonesia makanan pokoknya adalah beras, maka yang dibayarkan zakatnya berwujud beras cocok bersama ukuran dalam hadis.

Terkait pembayaran zakat fitrah, tersedia dua pendapat. Yang pertama, dalam mazhab Syafi’iyah, zakat tersebut mestilah berwujud makanan pokok. Pendapat kedua, berasal dari mazhab Hanafiyah, pembayaran zakat fitrah boleh pakai duit dan bersama jumlah yang mesti sesuai.

Masing-masing mempunyai dalil yang kuat. Dalil membayar zakat fitrah bersama bahan makanan pokok adalah riwayat bahwa Rasulullah mewajibkan zakat fitri, berwujud satu sha’ kurma kering atau gandum kering (H.R. Al-Bukhari dan Muslim) Dalam “Menunaikan Zakat Fitrah Menggunakan Uang”, dalil jalankan zakat fitrah bersama membayar sejumlah duit adalah firman Allah dalam Surah at-Taubah:9, “Ambillah zakat berasal dari beberapa harta mereka”

. Dalam hal ini, pendapatnya adalah, ayat tersebut menunjukkan bahwa zakat asalnya disita berasal dari harta. Dengan demikian, dikarenakan duit termasuk harta, zakat fitrah bersama duit diperbolehkan. Dalam website website resmi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), diterangkan bahwa zakat fitrah ditunaikan dalam wujud beras atau makanan pokok seberat 2,5 kg atau 3,5 liter untuk setiap jiwa.

Kualitas beras atau makanan pokok mesti cocok bersama kualitas beras atau makanan pokok yang dikonsumsi sehari-hari. Namun beras atau makanan pokok tersebut dapat diganti dalam wujud duit yang nilainya sama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *