Categories
Uncategorized

Warga Situbondo Harus Menyeberang Sungai Akibat Jembatan Ambrol

Media Online Sultra – Diduga karena pondasinya tergerus aliran sungai, jembatan di Situbondo ambrol. Jembatan ambrol ini di Desa Kedunglo, Kecamatan Asembagus.


Beruntung, tidak ada korban dalam peristiwa jembatan ambrol tersebut. Saat kejadian, tidak ada satu pun warga yang melintas. Baik berjalan kaki maupun menggunakan kendaraan.

Meski demikian, sebagian akses dalam Desa Kedunglo kini jadi terputus. Sebab, selama ini jembatan yang dibangun sekitar 20 tahun silam itu menjadi satu-satunya akses penghubung warga dua pedukuhan.

Yakni, Pedukuhan Bengka dan Pedukuhan Betolabeng, di Dusun Penjalinan, Desa Kedunglo.

Sebagai gantinya, saat ini warga sedang membuat jembatan alternatif berbahan bambu. Jembatan darurat itu nantinya untuk akses pejalan kaki dan kendaraan roda dua saja,” kata Puriyono, Koordinator Pusdalops BPBD Situbondo.

Selama jembatan darurat masih dalam pengerjaan, warga yang hendak menyeberang harus rela berbasah-basahan. Warga harus turun dan melintasi sungai untuk bisa sampai ke seberang sungai. Namun, itu pun baru bisa dilakukan jika debit air di sungai sedang kecil.

“Itu sambil menunggu jembatan darurat dari bambu yang dibuat warga selesai. Tidak akan lama warga sudah bisa melewati jembatan darurat, tidak perlu turun lagi,” imbuhnya.


Keterangan yang dihimpun media online sultra, jembatan berukuran 8×3,5 meter itu mendadak ambrol sekitar pukul 08.00 WIB pagi tadi.

Saat itu, cuaca di lokasi sedang cerah dan tidak sedang turun hujan. Tiba-tiba, jembatan ambrol. Beruntung, saat itu kondisinya sedang sepi dan tidak ada warga yang melintas.

“Jembatan itu ambruk diduga karena dasar pondasinya terus tergerus sungai. Selama ini arus sungai memang sering deras. Khususnya jika terjadi hujan deras di hulu sungai,” pungkas Puriyono.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *