Categories
Uncategorized

Bahan Penghasil Tepung Tapioka Yang Berkualitas

Jenis Singkong Penghasil Tepung Tapioka,Pernahkah Anda mendengar pernyataan tentang tanaman singkong semua bagian bisa digunakan?Benar sekali!.

Seluruh bagian tanaman yang telah ditanam secara komersial di Indonesia ini dapat dimanfaatkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan manusia terutama sebagai bahan pangan dan pakan.

Saat ini berbagai penelitian mengenai ubi kayu menunjukkan bahwa ubi kayu merupakan salah satu bahan baku yang potensial untuk pengembangan energi terbarukan dan bahan ramah lingkungan.

Singkong atau ubi kayu (Manihot esculenta) merupakan tanaman yang akarnya digunakan sebagai salah satusumber karbohidrat utama oleh berbagai negara tropis di dunia.

Ubi kayu merupakan tanaman yang mudah dibudidayakan karena ketahanannya yang tinggi terhadap kondisi tanah yang kering.

Singkong merupakan produk pertanian yang banyak dikonsumsi sebagai bahan pokok lokal, untuk ekspor, dan untuk diolah lebih lanjut.Bisanya cara membuat tepung tapioka ini menggunakan mesin penepung diksmill serbaguna 

Manfaat Singkong

Singkong sebagai bahan baku produksi tepung

Saat ini hasil produksi utama dari singkong adalah tepung singkong dan pati. jenis singkong penghasil tepung tapioka Istilah tepung dan pati sering disamakan,

bahkan banyak orang yang belum mengetahui perbedaan antara tepung dan pati. Di bawah ini adalah perbedaan antara masing-masing produk.

Pati Singkong Atau Tepung Tapioka

Pati, atau pati, adalah karbohidrat yang biasanya ditemukan pada tumbuhan sebagai cadangan makanan. adalah bubuk putih yang tidak bisa larut dalam air dingin, tetapi bisa melalui proses pembentuk gel di air panas.

Untuk memperoleh pati, pati perlu dipisahkan dari bahan lain pada singkong seperti protein dan vitamin. Proses pemisahan ini disebut ekstraksi.Pati singkong diekstraksi dengan cara menghancurkan singkong bersih, mencampurnya dengan air, lalu diperas.

Selanjutnya residu yang mengandung pati dipisahkan sehingga komponen selain pati juga terlarut dengan air dan dipisahkan dari pati yang tidak larut dalam air.

Pati yang telah diekstrak kemudian dikeringkan dan digiling menjadi tepung singkong atau yang lebih dikenal dengansingkong penghasil tepung tapioka.

Tepung Singkong

Berbeda dengan pati singkong, tepung singkong merupakan hasil penggilingan singkong yang tidak hanya mengandung pati, tetapi juga protein, vitamin, dan komponen singkong lainnya.

Meski begitu, pati masih menjadi bahan utama tepung singkong. Proses pembuatan jenis singkong penghasil tepung tapioka tepung singkong meliputi mengupas dan mencuci singkong, memotong singkong menjadi irisan tipis, mengeringkan irisan tipis, dan menggiling.

Produk akhir dari proses tepung ini adalah tepung singkong. singkong memiliki sifat yang berbeda dengan tepung tapioka.

Tepung Mocaf

Tepung mocaf dibuat dari singkong yang difermentasi dengan menggunakan ragi atau bakteri. mocaf merupakan salah satu produk singkong yang dikembangkan untuk menggantikan tepung terigu karena memiliki khasiat yang mirip.

terigu terbuat dari gandum yang sulit ditanam di Indonesia. Sebab, permintaan tepung terigu saat ini masih tertutupi oleh impor.

Tepung mocaf menciptakan khasiat makanan yang hampir identik dengan tepung terigu, misalnya pada pasta basah atau kering.

Oleh karena itu tepung mocaf dapat digunakan sebagai alternatif pengganti tepung terigu walaupun memiliki komposisi yang berbeda-beda.

Tidak banyak tepung mocaf yang diproduksi di Indonesia saat ini, meskipun permintaan pasar cukup tinggi karena harga tepung terigu yang relatif mahal.

Bahan baku ubi kayu di Indonesia cukup melimpah dengan harga jenis singkong penghasil tepung tapioka  yang relatif murah, sehingga usaha produksi tepung mocaf memiliki prospek yang cukup bagus.

Singkong Sebagai Bahan Baku Produksi Gula Cair

Gula cair (sirup glukosa) dari singkong dibuat dengan cara menghidrolisis (memecah) pati menjadi glukosa dalam dua tahap. Tahap pertama adalah hidrolisis pati menjadi gula sederhana, dekstrin, menggunakan enzim alfa-amilosa.

Selanjutnya dekstrin yang dihasilkan diubah menjadi glukosa dengan menggunakan enzim amiloglukosidase. Produk akhirnya adalah gula cair (glukosa) yang dapat digunakan sebagai pemanis tebu.

Singkong Sebagai Bahan Baku Biofuel

Pemanfaatan ubi kayu tidak sebatas sebagai sumber pati untuk konsumsi manusia dan ternak. Kandungan gulanya yang tinggi menjadikan ubi kayu sebagai bahan baku biofuel yang baik.

Pati dari akar tanaman singkong dapat diubah menjadi etanol melalui proses fermentasi, sedangkan limbah dari proses produksi etanol dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan biogas.

Singkong Sebagai Bahan Baku Biomaterial

Pati singkong dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan biomaterial. Ada dua jenis biomaterial:

  1. Biomaterial dari sumber hayati melalui proses ekstraksi. Dalam hal ini contohnya berupa pati utuh yang diekstrak dari singkong. Saat membuat biomaterial, pati berada dalam struktur aslinya dan bercampur dengan bahan sintetik lain yang memiliki sifat lebih kuat. Tujuan penambahan biomaterial jenis ini biasanya untuk menekan biaya produksi.
  2. Biomaterial yang terdiri dari monomer (komponen molekul) dari sumber hayati. Dalam hal ini misalnya pati yang diekstraksi diubah menjadi asam laktat melalui proses fermentasi. Asam laktat tersebut kemudian mengalami proses polimerisasi (penggabungan monomer) sehingga menjadi asam polylactic atau PLA (polylactic acid).

Salah satu perusahaan yang telah mengembangkan dan memproduksi bioplastik dari singkong adalah Avani Eco. Plastik yang dihasilkan bersifat biodegradable dan dapat dijadikan kompos serta dapat larut dalam air panas.
Pembuatan bioplastik dari pati tentunya merupakan solusi yang sangat menarik dari permasalahan sampah plastik yang dari waktu ke waktu mengancam kehidupan.

Bahkan saat memproduksi biofuel dari pati singkong, kebutuhan minyak bumi bisa berkurang. Namun, karena pati singkong masih merupakan komponen pangan penting bagi manusia dan hewan, penggunaannya sebagai bahan baku dalam industri plastik dan bioenergi masih belum meluas.

Meski begitu, pembuatan pati singkong menghasilkan limbah cair dan endapan dalam jumlah besar yang dikenal dengan limbah pati singkong (CSW).

CSW ini mengandung pati, serat dan karbohidrat yang larut dalam limbah (limbah). Semua karbohidrat ini dapat dihidrolisis menjadi gula sederhana.

Kemudian gula yang dihasilkan dapat difermentasi menjadi biofuel seperti etanol, butanol dan pentanol. Selain pati, terdapat pula karbohidrat berupa lignoselulosa yang dapat diolah menjadi gula sederhana dan monomer penyusun biomaterial

Singkong Penghasil Tepung Tapioka

1. Singkong Gajah

Jenis ketela pohon yang tergolong istimewa ini awalnya ditanam di Kalimantan Timur. Pasalnya, singkong gajah ini bisa menghasilkan biji-bijian melimpah dengan berat mencapai 50 kg.


Hal ini tentunya sangat berbeda dengan tanaman singkong yang biasanya hanya menghasilkan 5-8 kg. Ubi kayu ini sangat bermanfaat bagi petani yaitu karena dapat memenuhi kebutuhan industri tepung dan juga industri bioetanol.

Ciri-ciri tanaman ubi gajah ini adalah batangnya yang berwarna ungu kemerahan dan daun muda dengan daun yang lebih besar dan lebar dari tanaman ubi kayu pada umumnya. 3-4 bulan batang utama akan memiliki tiga cabang.

2. Singkong Mukibat

Nama Mukibat kayu singkong diambil dari nama seorang petani bernama Mukibat. Pada tahun 1903-1966, Mukibat ubi kayu dibudidayakan oleh Bapak Mukibat yang berasal dari Ngadiwulih, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Mukibat ubi kayu diolah dengan ubi kayu dan sari ubi kayu dari batang bawah. Singkong ini berukuran 3 sampai 6 kali lebih besar dari singkong biasa. Rasa mukibat ubi kayu cenderung pahit dan kandungan pati biasanya digunakan untuk biotanol.

3. Singkong Manggu

Singkong manggu merupakan salah satu jenis singkong yang biasa kita temukan di pasaran dan banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia.

Ini berasal dari Jawa Barat dan dapat dibuat menjadi berbagai jenis makanan seperti goreng, singkong matang, lakban, getuk, keripik singkong, dan singkong panggang. Daging manggu merupakan daging yang enak karena mengandung banyak pati.

Paling mudah tumbuh, mudah dikupas, cepat dipanen, dan bertekstur lembut. Manggu biasanya berdiameter 4 sampai 5 cm dan sebatang pohon dapat menghasilkan maksimal 10 kilogram.

4. Singkong Emas

Meski namanya golden cassava, bukan berarti ubi ini berwarna emas. Dinamakan demikian karena singkong ini bisa menghasilkan keuntungan yang fantastis! Singkong ini berasal dari Bengkulu dan merupakan hasil perkawinan antara singkong Thailand dan singkong lokal.

Dengan masa panen yang cepat hanya membutuhkan sekitar 7 bulan dan luas areal 1 hektar, tanaman ini juga mampu menghasilkan ratusan ton ubi kayu. Singkong emas umumnya dibuat menjadi tepung, bahan jamu, minyak oven, dan pakan ternak.

5. Singkong Putih

Bagi anda yang ingin membuat kolak singkong atau sop singkong, gunakan singkong putih sebagai bahan dasarnya. Seperti namanya, singkong ini juga memiliki warna daging buah yang putih namun teksturnya keras.

Oleh karena itu, singkong putih bekerja lebih baik dengan berbagai makanan yang dikukus atau dimasak. Secara umum ubi kayu menghasilkan 2-3 kilogram per batang dan memiliki masa panen 9 bulan.

6. Singkong Mentega

Butter cassava atau biasa disebut dengan yellow cassava memiliki ciri khas warna kuning dan tekstur yang lembut, lengket dan kenyal. Mentega singkong sering kali dikupas di rumah sebagai camilan atau dimasak begitu saja karena rasanya yang manis.

Singkong juga dikenal sebagai salah satu singkong yang istimewa karena rasanya yang enak.


Untuk melunakkan singkong kuning sebaiknya dibuat singkong matang. Daging singkongnya terasa nikmat jika ditambahkan sedikit garam dan ditaburi gula pasir di atasnya. Mentega singkong memiliki masa panen 13 bulan.

7. Singkong Darul Hidayah

Singkong ini juga sering disebut sebagai ubi kayu raksasa karena ukurannya yang jumbo. Ini bisa sepuluh kali lebih berat dari singkong biasa. Karena sifatnya, itu sangat menarik bagi publik.

Singkong jumbo ini biasanya diolah menjadi bahan baku industri, pita perekat, combro, tepung tapioka, getuk dan bioetanol. Waktu panen ubi kayu 12 bulan dan penjualan bisa mencapai ratusan juta setelah panen.


Tinggi tanaman singkong ini mencapai 3,65 meter dan memiliki batang berwarna putih tua serta struktur daging yang rapat. Singkong ini agak sensitif terhadap hama tungau merah dan penyakit jamur.

8. Singkong Super Cimanggu

Seperti namanya, singkong ini berasal dari daerah Cimanggu yaitu di Jawa Barat. Cimanggu Super Cassava umumnya memiliki diameter batang kira-kira. 4-5 cm.

Singkong ini juga memiliki ciri khas tersendiri yaitu rasa yang manis, tekstur daging yang lembut dan renyah, tidak ada racun dan kandungan pati yang tinggi. Ubi kayu ini memiliki masa panen 8-10 bulan.

Cimanggu Super Cassava memiliki warna kulit kecoklatan dan batang bagian dalam berwarna putih kecoklatan. Singkong ini bisa dibuat menjadi tepung, tape, emping, bahan baku bioetanol, brownies, sirup, dan lain-lain.

9. Singkong Adira 1

Adira 1 merupakan salah satu kartu singkong unggulan yang sudah ada sejak 1986. Warna daging singkong ini kuning dan kulitnya kecoklatan seperti singkong pada umumnya.

Adira 1 ubi kayu mengandung pati hingga 45 persen. Rasanya yang manis membuat singkong ini bisa dijadikan berbagai macam makanan. Waktu panen ubi kayu sekitar 7-10 bulan.

Yang istimewa dari singkong Adira 1 adalah tahan terhadap hama seperti tungau merah dan bakteri penyakit busuk daun.

10. Singkong Adira 2

Sedikit lebih unik dari Adira 1, yaitu warna ungu muda pada bagian dalam daging dan memiliki kulit berwarna putih dan coklat.

sering digunakan dalam industri tepung tapioka ini juga memiliki rasa yang pahit. Adira kurang enak makan segar karena kandungan HCNnya yang tinggi.

Kandungan ini dapat menyebabkan keracunan pada manusia dan hewan. Ubi kayu ini memiliki masa panen 8-12 bulan dan tahan terhadap tungau merah dan penyakit layu.

Makanan Berbahan Dasar Tepung Tapioka

1. Cimol

Dalam bahasa Sunda, Cimol artinya Aci Gemol, artinya adonan cimol dibuat dari aci, atau pati, digali menjadi bola-bola kecil, lalu digoreng. Saat dihidangkan, biasanya cimol disantap dengan sejumput bumbu dengan berbagai rasa.

Asal muasal olahan Cimol ada di Tasikmalaya, Jawa Barat. Pada tahun 2001 produk Cimol ini dibawa ke Bandung dan kemudian menjadi populer dan digandrungi banyak orangBandung.

Dengan semakin banyaknya orang yang mulai berjualan cimol di berbagai pelosok kota, akhirnya Cimol mengira itu adalah jajanan khas Bandung.

Meski cimol merupakan makanan khas Bandung, namun cimol kini sudah menjadi makanan yang marak diperdagangkan di berbagai tempat. Cimol sudah menjadi lauk umum di berbagai tempat. Cimol juga sering disebut sebagai kombinasi makanan cilok dan cireng.

berbentuk bulat seperti Cilok, namun teksturnya mirip dengan Cireng. Kerenyahannya terletak pada fakta bahwa itu digoreng. Cimol biasanya dinikmati hangat dengan bumbu kacang atau cabai kering seperti panggangan, balado dan keju.

Bandung Cimol biasanya bisa ditemukan di setiap sudut, namun ada satu lokasi Cimol yang terkenal yaitu Bandung yang terletak di dekat Jalan Buah Batu Bandung.

2. Cilok

Cilok merupakan makanan khas Jawa Barat yang terbuat dari tepung tapioka yang kenyal dengan menggunakan tambahan bumbu pelengkap seperti sambal kacang, kecap, dan kuah.

Bentuknya bulat seperti baso aci, hanya bahan dasarnya saja yang membedakan. Makanan ini berasal dari Indonesia khususnya Jawa Barat atau Kota

Bandung. Ada telur atau daging giling di dalamnya karena terbuat dari tepung tapioka sebagai bahan dasarnya. Peek-a-boo terasa kenyal saat dikonsumsi.

Penciptanya adalah suku Sunda. Selain menjadi camilan yang enak, Peek-a-Boo juga menjadi peluang bisnis. Rata-rata PKL adalah Pedagang Kaki Lima (PKL) yang sering

berpindah-pindah tempat berjualan, terutama di sekolah, di kampus, dan di pabrik. Bahan bakunya antara lain pati, bumbu bawang merah dan berbagai bahan lainnya.

Lalu campur dengan ayam atau daging sapi dengan air. Kemudian masak dan bentuk menjadi bola-bola kecil seperti bakso. adalah kata dalam bahasa Lakuran

Aci dan steker. Sebut saja karena bahan utamanya adalah penggunaan tepung tapioka, yang dalam bahasa sunda disebut aci dan biasanya disajikan dengan cara dijulurkan.

Di dalamnya terdapat telur puyuh atau telur ayam kampung yang dipotong dan dicincang.

Sementara tepung tapioka tidak hanya dicampurkan sebagai penyedap atau isian dan tampilan yang kenyal, tetapi juga dengan telur dan potongan ikan kakap yang semakin gurih saat dikonsumsi.

Sekian Pembahasan Artikel Mengenai Cara Membuat Tepung Tapioka Yang Berkualitas Semoga Dapat Membantu Dan Menginspirasi. Selamat mencoba!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *