Categories
Uncategorized

Cara Merawat Ayam Pelung Supaya Rajin Berkokok

Sejarah Ayam Pelung

Dahulu, menurut sejarah masyarakat, ayam pelung jenis ini sudah ada di Desa Bunikasih, Kecamatan Warungkondang, Cianjur sejak pertengahan abad ke-18. Maka Raden Haji Djarkasih, seorang Kyai, dan Mama Acih, seorang petani, menemukan anak ayam jantan di kebunnya.

Raden Haji Djarkasih lalu mengambil ayam itu dan mengambilnya. Anak ayam jantan dibesarkan dan disilangkan dengan ayam biasa. Hasilnya adalah ayam pelung yang kita kenal sekarang.

Ayam hias pelung sudah sangat populer di Indonesia bahkan di seluruh dunia. Ayam ini sebelumnya diminta oleh putra seorang kaisar bernama Pangeran Naruhito yang berasal dari Jepang.

Pangeran dikenal sebagai peternak ayam. Karena simpati dengan ayam ras ini maka ia membawa ayam pelung ke Jepang dan akan terus dikembangbiakkan.

Ciri Ayam Pelung Jantan

Anda tidak hanya bisa melihat ciri-ciri anak pelung jantan dari Kloakanya, tetapi juga ciri tubuh luarnya. Anak ayam pelung jantan memiliki karakter tubuh yang lebih besar, lebih padat, lebih maskulin, dan lebih besar dari pada anak ayam pelung betina.

Kemudian sisir menjadi besar, kencang, dan bergerigi. Mata ayam pelung juga lebih besar dan cerah. Kakinya lebih besar, lebih kuat, dan lebih kuat, serta memiliki bulu ekor yang tumbuh lebih cepat daripada rambut di bagian tubuh lainnya.

Anak ayam jantan juga lebih lincah dan memiliki suara yang semakin nyaring. Ayam pelung jantan dewasa memiliki berat 5-6 kg dan tinggi 40-50 cm.

Seiring bertambahnya usia, postur tubuhnya meningkat, sayapnya lebih kuat, dia memiliki leher besar, kepala bulat, jambul besar, dan kaki yang kuat dan panjang.

Janta pelung dewasa terlihat lebih sempurna setelah berusia 7 hingga 8 bulan ke atas. Suara burung gagak akan terdengar manis, panjang dan tidak terputus. Serta dilengkapi dengan bentuk sisir bergigi, simpel dan berwarna merah cerah.

Namun, pemeliharaan ayam pelung juga penting dilakukan agar tumbuh besar dan berkualitas. Sehingga nilainya semakin tinggi dan bisa berkokok dengan keras dan indah. Demikianlah ciri-ciri anakan pelung jantan yang penting bagi Anda.

Kalian bisa kunjungi pakan ayam pedaging untuk menambah wawasan seputar peternakan.

Cara Merawat Ayam Pelung

1. Menjaga Kebersihan Kandang

Cara merawat ayam pelung yang pertama adalah dengan menjaganya tetap bersih. Kondisi kebersihan yang ada berdampak besar terhadap kondisi ayam pelung yang hidup di kandang.

Tingkat kenyamanan yang ada nantinya akan sangat bergantung pada kualitas suara yang dihasilkan. Saat ayam pelung kurang sehat dan merasa stres akibat kondisi kandang yang tidak terawat, ayam akan kesulitan mengeluarkan suara yang keras.

Bayangkan memiliki rumah yang tidak terawat dan kotor karena jarang dibersihkan. Apakah Anda ingin tinggal di rumah ini? Produktivitas berpikir atau berkreasi hilang karena suasana yang tidak mendukung ini.

2. Pastikan Anda Minum Cukup

Air adalah sumber kehidupan bagi setiap makhluk hidup. Tanpa air, tubuh menjadi lemah dan tidak berdaya. Ayampun akan merasa seperti manusia juga. Jangan lupa selalu sediakan air untuk minum ayam pelung.

Periksa dua kali setidaknya sehari. Saya khawatir air yang Anda berikan akan tumpah karena pergerakan ayam pelung yang lincah. Untuk pembuatan pakan bisa menggunakan bantuan mesin pembuat pakan ayam.

3. Semprotkan Air pada Bagian Tubuh Ayam

Setiap pagi usahakan menyemprot bagian tubuh ayam pelung terlebih dahulu sebelum dijemur sob. Hal ini sangat efektif dalam menjaga kebugaran tubuh ayam pelung yang anda rawat.

Namun, kadar air yang Anda gunakan juga harus diperhatikan. Jangan berlebihan, yang terpenting badan ayam pelung terlihat segar, menurut saya sudah cukup

4. Letakkan Kandang di Tempat Tertutup Saat Hujan

Air hujan yang membasahi kandang dan langsung mengenai tubuh ayam pelung dalam waktu yang lama dapat menyebabkan ayam pelung menjadi lemas karena kedinginan, kemudian menjadi sakit bahkan mati.

Untuk itu, Anda tetap perlu memerhatikan. Saat musim hujan datang kalian harus waspada ya sob.

5. Jauhi Sinar Matahari yang Terik

Terik matahari terlalu terik karena tubuh ayam pelung menjadi lemah karena keluarnya banyak cairan. Lama-kelamaan, tubuh ayam pelung mengering bahkan bisa terbakar karena terik matahari.

6. Hindari Dari Hewan Peliharaan Liar

Hewan liar yang Anda pelihara seperti anjing dapat membuat ayam pelung Anda stres karena mendengarkan gonggongan menyeramkan setiap hari. Tubuhnya perlahan akan menyusut karena tidak nafsu makan.

7. Beri vitamin

Tidak hanya manusia yang membutuhkan vitamin, ayam pelung juga membutuhkan vitamin untuk menjaga bentuk tubuhnya. Kalau budget kamu terbatas, belilah vitamin untuk ayam pelung.

8. Latihan Pernapasan

Latihan pernapasan sangat penting untuk mengetahui sejauh mana suara burung gagak dibuat. Anda bisa meraih kaki dan sayapnya, lalu perlahan-lahan celupkan ke dalam air dan angkat. Ulangi cara ini beberapa kali, sobat.

Demikian penjelasan tentang cara merawat ayam pelung,semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *