Categories
Bisnis Makanan

6 Cara Membuat Frozen Food untuk Jualan

Frozen food merupakan makanan yang telah melalui proses pembekuan terlebih dahulu. Pembekuan ini bertujuan agar makanan tidak rusak dan mampu tahan lebih lama.

Proses pembekuan ini merupakan salah satu cara efektif untuk mengawetkan makanan. Dengan pembekuan, bakteri penyebab kerusakan makanan tidak bisa tumbuh atau bahkan mati pada temperatur yang sangat dingin. 

Tips Memulai Bisnis frozen food

Di masa pandemi seperti sekarang, kita diwajibkan untuk mematuhi protokol kesehatan, salah satunya yaitu menghindari kerumunan.

Oleh karenanya, banyak masyarakat yang menyiapkan beberapa bahan makanan untuk stok di rumah selama pandemi.Tentu hal ini menjadi sebuah peluang bisnis bagi para pengembang UKM, khususnya dalam bidang kuliner.

Bila disimpan dalam suhu yang tepat, makanan beku bisa tahan hingga berbulan-bulan sebelum akhirnya diolah kembali.

Proses pembuatan frozen food tidak jauh berbeda dengan cara membuat olahan makanan pada umumnya. Namun, Anda perlu memperhatikan cara membuat frozen food agar tahan lama seperti berikut ini.

1. Tentukan Jenis Frozen Food yang Ingin Dijual

Ada berbagai macam jenis frozen food. Sebelum memulai berjualan, hal utama yang perlu Anda tentukan adalah satu jenis frozen food yang akan dijual. Hal ini bertujuan agar Anda bisa lebih fokus dalam mengembangkan bisnis frozen food yang sedang dijalankan. Mari kita simak beberapa jenis frozen food berikut ini.

  • Frozen food siap makan. Misalnya nugget, sosis, dimsum, bakso, risol, pastel, donat kentang, kebab dan lain sebagainya.
  • Frozen food perlu dihangatkan dalam microwave. Misalnya rendang, cumi cabai ijo, udang balado, teri kacang, kerang tumis, dan masih banyak lagi.
  • Frozen food perlu diolah. Misalnya daging sapi, ayam, cumi, udang, ikan dan aneka seafood lainnya.
  • Frozen food sayur dan buah yang sudah dipotong. Misalnya jagung, buncis, wortel, apel, pisang dan lain sebagainya)

2. Menggunakan Bahan-Bahan yang Segar

Dalam pembuatan frozen food, Anda perlu memperhatikan bahan-bahan yang digunakan untuk membuat produk olahan Frozen food.

Pastikan untuk selalu menggunakan bahan yang segar dan berkualitas. Hindari pemakaian bahan baku makanan yang sudah lama dibekukan atau yang baru saja keluar dari dalam freezer.

Penggunaan bahan yang segar tentu akan membuat frozen food Anda menjadi tidak mudah rusak, sehingga bisa tahan lama. Perhatikan juga bahan-bahan tambahan pada olahan frozen food, hindari penggunaan bahan-bahan yang mendekati tanggal kadaluwarsa.

3. Dimasak Sebentar

Tahapan berikutnya dalam pembuatan frozen food yaitu proses pemasakanan sebentar bahan makanan dengan cara direbus, atau digoreng.

Frozen food yang bagus sebenarnya berasal dari bahan mentah yang langsung dibekukan. Namun, Anda juga dapat memasaknya terlebih dahulu.

Walaupun pertumbuhan bakteri terhenti pada suhu yang beku, namun proses ini kurang efektif jika dibandingkan dengan proses termal seperti perebusan atau penggorengan. Tentu hal ini dapat membuat makanan beku menjadi lebih awet dalam penyimpanan.

Selain bisa lebih awet, proses pemasakan ini juga dapat membuat tekstur makanan olahan menjadi lebih padat dan tidak mudah hancur saat dikemas.

Anda juga harus dapat membedakan makan apa saja yang sebaiknya direbus, atau digoreng sebentar.

Misalnya, saat membuat nugget ayam, Anda dapat menggorengnya sebentar di api sedang selama kurang dari 1 menit. Sementara itu, dalam pembuatan sosis, tempura, dan bakso, Anda dapat merebusnya selama kurang lebih 2 menit.

Setelah dimasak, makanan olahan tersebut harus didinginkan terlebih dahulu dalam suhu ruangan. Tujuannya agar makanan bisa beku dengan sempurna.

Makanan menjadi lebih mudah rusak dan tidak bisa tahan lama jika langsung dibekukan tanpa menunggu makanan menjadi dingin dalam suhu ruangan.

Pembusukan ini diakibatkan karena makanan belum dingin seutuhnya, sehingga makanan hanya beku bagian luarnya saja, sedangkan bagian dalamnya tidak.

4. Pilihlah Kemasan yang Baik

Setelah makanan dingin, Anda bisa langsung mengemasnya. Pilih kemasan yang tertutup rapat dan kedap udara. Pemilihan kemasan ini bertujuan untuk menghindarkan makanan dari kontaminasi bakteri atau benda asing lainnya. Makanan pun menjadi lebih awet dan tidak mudah rusak.

Jenis plastik yang kedap udara dan aman digunakan untuk mengemas frozen food yaitu plastik Poly Ethyle (PE) dan High Density Polyethylene (HDPE).

Plastik Poly Ethyle (PE) biasanya digunakan untuk mengemas olahan dalam bentuk cair. Sementara itu, Plastik High Density Polyethylene (HDPE) banyak dipilih karena memiliki sifat anti panas, fleksibel, dan sangat kuat.

Pastikan juga kemasan dalam kondisi baik, artinya kemasan tidak rusak atau cacat. Bila menggunakan kemasan yang bolong atau sobek, makanan akan mengalami oksidasi dan terkontaminasi bakteri sehingga mudah rusak.

5. Beri Label tanggal Produksi dan Kadaluwarsa

Tambahkan merek pada kemasan frozen food Anda. Pilih nama yang unik dan mudah dikenal masyarakat. Agar tampilan merek lebih menarik, Anda juga bisa mendesain merek menggunakan aplikasi pembuat logo seperti Canva, Logo Maker, Adobe Apps dan lain sebagainya.

Selain itu, tambahkan juga tanggal produksi dan tanggal kadaluwarsa pada kemasan produk frozen food agar pembeli dan penjual dapat mendahulukan makanan olahan mana yang harus diolah atau dijual terlebih dahulu.

6. Sediakan Freezer

Untuk Anda yang memiliki usaha kuliner atau makanan olahan frozen food dalam skala yang besar, maka penggunaan kulkas biasa tidak akan cukup. Gunakan penyimpanan khusus freezer, seperti freezer box.

Selain karena tempat penyimpanannya yang luas, freezer box juga menjaga temperatur di dalamnya tetap stabil, sehingga frozen food tidak mudah rusak, dan bisa tahan lebih lama.

Tak hanya itu, proses pembekuan freezer box juga lebih cepat jika dibandingkan freezer pada kulkas biasa sehingga terbentuk banyak kristal es kecil. Penyimpanan beku jangka panjang memerlukan suhu minimal -18 °C.

Demikian tadi informasi mengenai cara membuat frozen food untuk jualan. Untuk informasi menarik lainnya, Anda dapat mengunjungi website kami hanya di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *